Strive Mardhatillah.....
 Hidup adalah mujahadah...

Tausiyah^-^

Blog Entrymy favourite songs^_^Jul 1, '08 4:28 AM
for everyone
Link <a href=http://dayuleo.multiply.com/music/item/1/my_favourite_songs_>my favourite songs^_^</a>

Blog EntryiN OGRANIZATION...Jun 26, '08 12:14 AM
for everyone

Bismillah...

TRUST
TRUST is a very important factor for all relationships. When trust is broken, it is the end of the relationship. Lack of trust leads to suspicion, suspicion generates anger, anger causes enmity and enmity may result in separation.

A telephone operator told me that one day she received a phone call. She answered, "Public Utilities Board." There was silence. She repeated, "PUB." There was still no answer. When she was going to cut off the line, she Heard a lady's voice, "Oh, so this is PUB. Sorry, I got the number from my Husband's pocket but I do not know whose number it is."Without mutual trust, just imagine what will happen to the couple if the telephone operator answered with just "hello" instead of "PUB".

NO POINTING FINGERS
A man asked his father-in-law, "Many people praised you for a successful marriage. Could you please share with me your secret?"The father-in-law answered in a smile, "Never criticize your wife for her shortcomings or when she does something wrong. Always bear in mind that because of her shortcomings and weaknesses, she could not find a better husband than you."

We all look forward to being loved and respected. Many people are afraid of losing face. Generally, when a person makes a mistake, we would look around to find a scapegoat to point the finger at. This is the start of a war. We should always remember that when we point one finger at a person, the other four fingers are pointing at ourselves.If we forgive the others, others will ignore our mistake too.

CREATING PERFECT RELATIONSHIPS?
A person visited the government matchmaker for marriage, SDU, and requested "I am looking for a spouse. Please help me to find a suitable one." The SDU officer said, "Your requirements, please." "Oh, good looking, polite, humorous , sporty, knowledgeable, good in singing and dancing. Willing to accompany me the whole day at home during my leisure hour, if I don't go out. Telling me interesting stories when I need companion for conversation and be silent when I want to rest." The officer listened carefully and replied, "I understand you need television."

There is a saying that a perfect match can only be found between a blind wife and a deaf husband, because the blind wife cannot see the faults of the husband and the deaf husband cannot hear the nagging of the wife. Many couples are blind and deaf at the courting stage and dream of perpetual perfect relationship. Unfortunately, when the excitement of love wears off, they wake up and discover that marriage is not a bed of roses. The nightmare begins.

NO OVERPOWERING
Many relationships fail because one party tries to overpower another, or demands too much. People in love tend to think that love will conquer all and their spouses will change the bad habits after marriage. Actually, this is not the case. There is a Chinese saying which carries the meaning that "It is easier to reshape a mountain or a river than a person's character."It is not easy to change. Thus, having high expectation on changing the spouse character will cause disappointment and unpleasantness.It would be less painful to change ourselves and lower our expectations..

RIGHT SPEECH
There is a Chinese saying which carries the meaning that "A speech will either prosper or ruin a nation." Many relationships break off because of wrong speech. When a couple is too close with each other, we always forget mutual respect and courtesy. We may say anything without considering if it would hurt the other party.

A friend and her millionaire husband visited their construction site. A worker who wore a helmet saw her and shouted, "Hi, Emily! Remember me? We used to date in the secondary school." On the way home, her millionaire husband teased her, "Luckily you married me. Otherwise you will be the wife of a construction worker." She answered,"You should appreciate that you married me. Other wise, he will be the millionaire and not you."

Frequently exchanging these remarks plants the seed for a bad relationship. It's like a broken egg - cannot be reversed.

BE PATIENT
This is a true story which happened in the States. A man came out of his home to admire his new truck. To his puzzlement, his three-year-old son was happily hammering dents into the shiny paint of the truck. The man ran to his son, knocked him away, hammered the little boy's hands into pulp as punishment. When the father calmed down, he rushed his son to the hospital.Although the doctor tried desperately to save the crushed bones, he finally had to amputate the fingers from both the boy's hands. When the boy woke up from the surgery & saw his bandaged stubs, he innocently said, "Daddy, I'm sorry about your truck." Then he asked, "but when are my fingers going to grow back?" The father went home & committed suicide.

Think about this story the next time someone steps on your feet or u wish to take revenge. Think first before u lose your patience with someone u love. Trucks can be repaired.. Broken bones & hurt feelings often can't. Too often we fail to recognize the difference between the person and the performance. We forget that forgiveness is greater than revenge.People make mistakes. We are allowed to make mistakes. But the actions we take while in a rage will haunt us forever.


Blog EntryKematian..kita sume adalah bakal mayat..Apr 23, '08 12:49 AM
for everyone
Bismillah...
Kematian
www.iLuvislam.com
oleh: umar alfateh*


Kematian. Perkataan yang paling tidak disukai apabila terasa diri tidak bersedia menghadapinya. Begitulah lumrah kehidupan,yang muda akan tua,yang tua akan pergi,yang muda jua tidak ketinggalan dalam mengikut jejak walaupun tika umur masih merah.Kematian sangat-sangat memberi impak kepada manusia,terutama bagi mereka yang berada dalam lingkungan kekeluargaan kepada si mati.Isteri,anak-anak,ibu,ayah,adik beradik sepupu,jiran,rakan,teman mahupun lawan.Semuanya mendapat kesan dari peninggalan si mati.

Perasaan sedih tatkala kehilangan orang yang disayangi sangat-sangat memberi impak pada keluarga terdekat pada si mati.Akibat kematian,diri rasa sedih,hilang selera makan sehinggakan terlupa bahawa hampir sehari suntuk tidak menjamah makanan dek kesedihan yang membungkam.Di sinilah salah satu kewajipan sebagai rakan atau jiran untuk menceriakan keluarga tersebut.tetapi bagaimana??
 

Ketika peperangan Mu’tah,sepupu nabi,Jaafar bin abi Talib telah gugur di medan peperangan,berita gugurnya syuhada’ ini tidak membuatkan Nabi membungkam kesedihan bahkan terus dibelai dan dihiburkan anak-anak Jaafar untuk mengelakkan kesedihan kehilangan ayah mereka,dalam masa yang sama disuruh isterinya/khadam/sahabat-sahabat agar memasakkan makanan dan diberikan kepada keluarga jaafar bagi mengurangkan beban yang mereka tanggung akibat dari kehilangan insan yang paling berharga dalam hidup mereka.

Kisah ini banyak memberi contoh kepada kita,apakah yang sepatutnya kita lakukan,pabila sahabat,atau jiran kita kehilangan ahli keluarga mereka.Menggembirakan anak-anak si mati akan menyebabkan jiwa kecil mereka tidak dibelenggu kesedihan yang tidak sepatutnya mereka tanggung.Bagi si ibu,jika melihat anak-anaknya dibelai oleh kenalan-kenalan,kawan2 rapat si mati mahupun jiran mereka,ini akan mengurangkan rasa beban si ibu yang sarat memikirkan kepada siapakah anak2ku akan menumpang kasih seorang bapa??..siapakah yang boleh kuharapkan untuk melihat anak-anakku yang masih kecil ini??..Apakah anak2ku boleh membesar tanpa seorang lelaki yang bernama ayah di sisi mereka??…Begitulah saratnya hati seorang ibu memikirkan masa depan anak-anaknya..Jadi,dengan menggembirakan anak-anak si mati,sekurang2nya ia akan mengurangkan rasa beban dan sesak yang ditanggung,untuk anak-anaknya.

Keduanya,memberi/memasakkan makanan kepada keluarga si mati.Akibat kesedihan yang membungkam hati-hati keluarga si mati,menyebabkan mereka kurang mengambil peduli sedikit tentang makan minum mereka dek kesedihan yang menimpa.Di sinilah perlunya kita menghulurkan sedikit juadah memberi kepada keluarga si mati,untuk mengurangkan rasa sibuk mereka menguruskan urusan si mati,menggembirakan hati-hati keluarga si mati, bahawa masih lagi ada yang mengambil berat tentang mereka.Juga memberi satu tanda yang kitalah tempat berteduh atau sekurang-kurangnya tempat luahan mereka jika sesuatu yang susah mereka hadapi selepas dari siapnya jenazah dikuburkan.

Begitulah serba sedikit berkenaan dengan kematian,yang bagi kita jiwa orang muda,yang kurang memikirkan soal kematian.Sedangkan Nabi menceritakan,secerdik-cerdik manusia adalah mereka yang banyak mengingati mati.Dengan ingat pada kematian,kita akan mencongak sejauh mana amalan kita,jika terasa ianya masih kurang,maka akan ditambahkan lagi amalan tersebut agar ianya seiring dengan datangnya ajal yang tidak pernah kenal usia.Moga-moga dengan coretan ringkas ini,akan membantu kita dalam menangani soal kematian yang tidak pernah lekang dari telinga.

Yang terakhirnya,mari kita sedekahkan bacaan Al-fatihah kepada ayah,ibu ,datuk nenek dan sesiapa yang telah pergi meninggalkan kita untuk meneruskan perjuangan yang belum selesai di muka bumi ini selaku khalifah Allah..Al-fatihah.


*Umaralfateh @ Mohammad Syazwan bin Maamin merupakan salah seorang penulis jemputan iLuvislam. Dibesarkan di Shah Alam. Dididik di SMU(A) Maahad Muhammadi Lelaki , Kota Bharu. Kini meneruskan pengajian di bidang perubatan di Russian State Medical University, Moscow (2006-2012).



Blog EntryMesej..Apr 14, '08 6:41 AM
for everyone
Bismillah..ni ana quote dt bog ustaz faizal..http://www.faisalkini.blogspot.com/..pinjam yer ustaz..=)


SMS 1

Msj ini masuk ketika tengah hari tadi.

Alangkah bagusnya aku menjadi burung, tidak aku dibebani bebanan seperti ini. Hidup bebas di udara. Alangkah indahnya jika aku menjadi seperti ikan, tidak perlu aku memikirkan masalah dunia ini. Berenang riang dilautan. Tapi tuhan telah memilih aku menjadi seorang khalifah untuk aku bersyukur ke atasnya..Islam..Ihsan..Iman dan Taqwa…Memimpin dunia..Memilih antara hak dan batil.Syurga/Neraka..Wslm

SMS 2
Oh Azwary. Sahabat sekampung saya. Tiba-tiba msj saya pagi tadi. Tetapi versi berbeza dengan kisah ayah, anak dan burung murai dalam iklan petronas .

Anak : Ayah, ni siput apa?
Ayah: Siput babi.
Anak: Siput apa?
Ayah: Siput babi nak.
Anak: Siput apa?
Ayah: Siput babi saying.
Anak: Siput apa?
Ayah: Siput la…babi!

SMS 3
Ini msj yang saya terima awal pagi tadi. Ada kawan yang ingin mengusik saya.

Awak adalah member saya lain dari yang lain…

Sebab Awak…

Sistematik..

Ekonomikal…

Nasionalisme…

Gigih…

Aktif…

Lasak…

Senang citer camni ar…

S.E.N.G.A.L..

SMS 4
Msj ini saya terima daripada Fauzan ketika waktu kelas metodologi syariah. Terkejut juga menerima msj sebegini panjang daripada Fauzan. Sebelum ini dia hanya menghantar msj untuk bertanyakan hal keewangan MIHAR.

Nak dengar cerita tak? Apa kesan fitna kat Belanda. Satu dunia sekarang nie telah berpusu-pusu mencari kitab al-Quran untuk dibaca. Mereka ingin mengetahui mengapakah umat Islam begitu marah sekali sungguh pun ianya hanyalah sebuah kitab sahaja. Kerajaan Belanda telah memberi percuma kepada rakyatnya untuk membaca kitab Islam yang teramat suci iaitu Al-Quran. Syukurlah wahai umat Islam sekalian, walaupun agama kita dihina tetapi secara tersiratnya, semua itu ada hikmah disebalik kejadian tersebut. Dan satu lagi sumber, negara Denmark yang membuat karikatur Nabi Muhammad SAW telah kerugian 1.6 juta dolar sehari kerana barangan negara itu diboikot. Dan jika semua umat Islam bersatu padu, musuh-musuh Islam tidak akan berani mengancam kesejahteraan Islam. Bersyukurlah kerana kita tergolong di dalam agama yang diredhai Allah.. Alhamdulillah..

SMS 5
Msj ini saya terima daripada sahabat saya Apple.

Apple tanya saya: Faisal, bila nak bagi gambar Kuala Mu?
Saya jawab : Esok ana bawa, ana bagi pada anta.
Apple balas: Esok ana bawa, ana bagi pada anta ya.

Saya tersenyum sendirian. Dia menganggap ana itu adalah ganti nama saya, dan anta itu adalah ganti nama dia.

Blog EntryHidayah Allah..Mar 27, '08 1:15 AM
for everyone

Bismillah..

JERMAINE Jackson yang mengenakan jubah dan igal kini mahu dikenali sebagai
Muhamad Abdul Aziz.
------------------------------

Susunan: SITI AINIZA KAMSARI
BARU-BARU ini tersebar melalui Internet dan e-mel kononnya Raja Pop dunia,
Micheal Jackson memeluk Islam. Malah beliau juga dikatakan menyanyikan
sebuah lagu bertajuk Du'aa yang memuji Allah dengan begitu indah.

Namun, setelah diteliti dan diperhalusi rupa-rupanya lagu tersebut
dinyanyikan oleh seorang penyanyi terkemuka dari Afrika Selatan bernama Zain
Bhikha. Namun, menurut abang Micheal, Jermaine Jackson, adalah tidak
mustahil suatu hari kelak adiknya akan memeluk Islam.

Katanya, apa yang lebih penting Micheal kini tidak mempunyai pandangan yang
serong dan sempit terhadap Islam setelah membaca beberapa buku penerangan
mengenai Islam yang diberikan kepadanya.

"Micheal kini lebih memahami Islam dan sering juga bertanyakan mengenai
agama itu. Berbanding dahulu, seperti kebanyakan warga Barat yang lain,
Micheal juga terpengaruh dengan pelbagai dakwaan yang negatif terhadap
Islam," katanya.

Mungkin kerana Islam itu sendiri, Micheal kini beralih tumpuan perniagaannya
di Asia Barat. Malah beliau kini mempunyai sebahagian pegangan saham di
sebuah syarikat milik Putera Arab yang berstatus bilionair, Waleed Talal.

Jermaine, salah seorang anggota kumpulan Jackson 5 yang mengecap
kegemilangan dan kemasyhuran pada era 1980-an, memeluk Islam pada awal 1990.
Jermaine atau nama sebenarnya Jermaine LaJaune Jackson yang dilahirkan pada
11 Disember 1954 di Gary, Indiana kini lebih dikenali sebagai Muhammad Abdul
Aziz,

Berita pengislamannya itu begitu mengejutkan dunia Barat dan peminat
seninya. Mereka sama sekali tidak menyangka Jermaine akan memeluk Islam dan
kini memilih hidup yang cukup berbeza berbanding kehidupannya dahulu.

Sedangkan pada akhir kariernya sebagai penyanyi, beliau sempat berduet
dengan Pia Zadora pada tahun 1985 dalam lagu When The Rain Begins To Fall
yang menduduki tempat teratas beberapa carta single di Eropah. Pada tahun
1989, albumnya yang bertajuk Don't Take It Personal menjadi hit nombor satu
dalam Carta Billboard R&B Singles.

Pada tahun 1989, bersama dengan adiknya, Janet Jackson, mereka mengadakan
persembahan di beberapa negara Asia Barat. Ketika menetap di Bahrain,
Jermaine berpeluang menemui sekumpulan kanak-kanak negara itu yang datang
menemui beliau.

"Kanak-kanak tersebut tanpa segan silu terus bertanyakan mengenai agama
anutan saya, lalu saya menjawab saya seorang Kristian dan saya juga terus
bertanyakan kepada kanak-kanak itu akan agama mereka pula.

"Tanpa saya sangka, agak mengejutkan apabila mereka menjawab 'Islam' dengan
bangganya tanpa ragu-ragu," katanya.

Tanpa perlu bertanya lanjut, kanak-kanak itu juga bercerita kepada Jermaine
akan agama Islam dengan pelbagai maklumat yang menarik walaupun bunyinya
begitu keanak-anakan.

"Melihat kesungguhan mereka menerangkan Islam, saya menjadi kagum malah saya
berasa sungguh damai mendengarkan penerangan mereka itu," katanya.

Sejak peristiwa itu, Jermaine mengambil peluang mengadakan perbincangan yang
panjang lebar mengenai Islam dengan beberapa ulama dan tokoh Islam terkemuka
di Bahrain.

"Ini menyebabkan hati dan pemikiran saya mula berkocak hebat," katanya yang
pada zaman kegemilangannya pernah dicalonkan untuk Anugerah Grammy dalam
kategori Best Male R&B Vocal Performance melalui albumnya Let's Get Serious
pada tahun 1979.

Begitupun, Jermaine belum sepenuhnya mendapat 'hidayah' untuk memeluk Islam
dan menganggap semua maklumat yang diperoleh tentang Islam tidak akan
mengubah dirinya sebagai penghibur dan dia akan terus kekal sebagai penggiat
seni dan muzik Barat.

"Namun hati saya ketika itu sebenarnya telah pun 'memeluk' Islam, cuma tidak
mampu untuk dilafazkan melalui kata-kata," katanya.

Beliau kemudian memberitahu perasaannya itu kepada seorang sahabat yang
bernama Qunber Ali yang kemudiannya membawa Jermaine ke Riyadh, ibu negara
Arab Saudi .

"Sehingga ke saat itu, saya masih tidak mengetahui mengenai Islam
sehinggalah sebuah keluarga daripada kerabat diraja Arab Saudi membawa saya
untuk melakukan umrah di Mekah <http://www.umrah-ziarah.com>. Di situ, buat
pertama kalinya saya mengucap dua kalimah syahadah bagi mengesahkan
pengislaman saya," katanya.

Setelah memeluk Islam, Jermaine mendapatinya dirinya bagai dilahirkan
semula. Ini kerana Islam telah memberikan jawapan kepada pelbagai keraguan
beliau sebelum ini terutama mengenai agama asalnya.

"Islam memberikan jawapan yang sangat memuaskan hati terutama mengenai
kelahiran dan kenabian Nabi Isa a.s. dan saya berdoa agar seluruh keluarga
saya juga dapat menerima hakikat yang sama," katanya.

Seluruh keluarga Jackson adalah pengikut ajaran Kristian yang dikenali
sebagai Avendance of Jehova (Penyaksian Jehova) dan antara ajaran yang
menjadi pegangan adalah hanya seramai 144,000 lelaki di muka bumi ini layak
memasuki syurga.

"Dari dahulu lagi akal saya tidak dapat menerima fakta yang sedemikian dan
begitu juga apabila kitab Bible sebenarnya lebih mengumpulkan kata-kata
manusia di dalamnya berbanding ajaran sebenar dan kata-kata daripada Tuhan,"
katanya.

Pelbagai cara dilakukan oleh Jermaine untuk mengenali Islam. Semasa di Mekah
beliau mengambil kesempatan menikmati lagu-lagu nasyid dan mendalami lirik
lagu seperti yang dinyanyikan oleh Yusuf Islam (Cat Stevens).

"Saya juga banyak belajar daripada beliau mengenai Islam berikutan kami
mempunyai latar belakang, kerjaya dan kebolehan yang hampir sama sebelum
ini," katanya yang juga sering belajar mengenai Islam dengan bekas juara
tinju dunia, Muhammad Ali.

Namun, apakah sambutan yang beliau terima apabila pulang ke Amerika Syarikat
selepas secara rasmi memeluk Islam itu?

"Saat itu merupakan kesempatan yang diambil sepenuhnya oleh media Barat
dalam mengalunkan satu orkestra propaganda yang memburuk-burukkan Islam dan
umatnya. Apabila mereka mendapat tahu saya memeluk Islam, pelbagai gosip dan
tohmahan yang mereka sebarkan mengenai saya sehinggakan saya benar-benar
terganggu.

"Malah keluarga saya turut menerima kesannya. Begitu banyak surat-surat dan
kiriman kecaman dan ancaman yang tidak putus-putus mengganggu kami,"
katanya.

Jermaine bertindak rasional malah berasa hairan dengan fobia pihak Barat
terhadap Islam sedangkan mereka tidak cuba mengenali Islam dan jauh sekali
cuba menyelami tekanan yang dihadapi oleh umat Islam angkara perbuatan dan
sikap melampau Barat sendiri.

Beliau juga tidak ambil peduli dengan apa juga kisah yang cuba didedahkan
oleh media mengenai dirinya.

"Kebebasan yang diamalkan oleh media Barat itu akhirnya memakan diri mereka
sendiri kerana pada akhirnya ia membentuk dan menyerlahkan lagi sikap
hipokrasi masyarakat Amerika ke tahap yang tertinggi.

"Ini kerana siapakah mereka untuk mengutuk atau mencerca Islam sedangkan
mereka sendiri tidak mengikut ajaran agama masing-masing dan tidak

berusaha mencari jalan untuk hidup bersama dengan aman malah lebih suka
mencari keburukan orang lain. Adakah ini boleh menyelesaikan masalah?"

katanya.

Menurut Jermaine, Islam banyak menguraikan kekusutan jiwa pada dirinya
kerana kesanggupan beliau merubah diri mengikut seperti yang diajarkan oleh
Islam. Ia benar-benar memberi satu kehidupan baru yang lebih bermakna dan
memberinya pandangan hidup yang lebih positif dan rasional.

Bercakap mengenai keluarga Jackson, Jermaine berkata, pelbagai ancaman yang
diterima oleh keluarga beliau itu akhirnya dapat ditangani dengan baik.

"Mujur seluruh ahli keluarga saya mempunyai fikiran yang terbuka. Sebenarnya
telah menjadi tradisi keluarga kami agar sentiasa membuat kawan dan
bersahabat baik dengan sesiapa pun tanpa mengira perbezaan agama.

"Disebabkan amalan seperti inilah mungkin menyebabkan saya terbuka untuk
mengenali Islam dan alhamdulillah ia memandu saya kepada kehidupan yang
lebih baik," katanya.

Mengenai adiknya dan khabar-khabar angin yang bertiup kencang mengatakan
Micheal juga telah memeluk Islam, Jermaine berkata, beliau boleh mengesahkan
adiknya itu belum lagi mengikut jejak langkahnya.

Menentang

"Micheal tidak memeluk Islam tetapi dia juga tidak menentang atau mencemuh
Islam malah lagu-lagunya banyak mengajar supaya kita semua supaya berkasih
sayang sebagaimana yang diajarkan oleh ibu bapa kami sebelum ini.

"Tetapi siapa tahu pada suatu hari Micheal akan memeluk Islam. Hanya masa
dan takdir yang akan menentukan. Sebagaimana juga tidak ada sesiapa yang
memaksa saya untuk memeluk Islam. Begitu juga kepada Micheal, tidak ada
sesiapa yang boleh memaksa untuknya memeluk Islam," katanya yang pernah
berduet dengan adiknya dalam lagu yang begitu popular, Tell Me I'm Not
Dreamin, pada tahun 1984.

Seorang lagi adik beliau yang juga sangat popular, Janet, sangat terkejut
dengan pengislaman abangnya itu. Janet lebih melucukan kerana apabila sebut
sahaja Islam, apa yang beliau tahu dan menjadi ketakutannya ialah soal
poligami.

"Jadi, saya jelaskan kepadanya bahawa poligami itu sesuatu yang dibenarkan
malah ia sebenarnya satu perkara yang mulia berbanding mempunyai hubungan
sulit dengan ramai perempuan. Malah itulah yang berlaku kepada kebanyakan
lelaki Barat yang telah berkahwin... mereka mempunyai hubungan sulit yang
menyebabkan punca kerosakan moral dan menggugat kestabilan masyarakat.

"Jika seorang lelaki secara emosi terpikat dengan wanita lain maka ia patut
menghalal dan menghormati hubungan itu dengan perkahwinan. Jika tidak, dia
patut mempunyai seorang isteri sahaja," jelasnya.

Menurut Jermaine, setiap wanita dalam Islam umpama sekuntum bunga yang
kembang mekar dalam sebuah taman larangan yang mesti dijaga dan dilindungi
daripada sebarang makhluk perosak sekalipun yang bernama lelaki.

Lagipun, katanya, dalam seluruh populasi umat Islam di seluruh Amerika
Syarikat, tidak sampai 10 peratus penganutnya yang mengamalkan poligami.
Jadi, tidak ada sebab untuk adiknya itu berasa bimbang.

Melalui tiga perkahwinan sebelum ini iaitu dengan Hazel Gordy pada 1973,
Margaret Maldonado 1988 (tanpa nikah) dan Alejandra Genevieve Oaziaza
(1989), Jermaine mempunyai tujuh anak lelaki dan dua anak perempuan.

"Mereka saya didik sepenuhnya berorientasikan ajaran Islam," katanya.

Walaupun Jermaine dikatakan sudah bercerai dengan Alejandra pada tahun 2004
namun ada versi yang mengatakan isterinya itu juga berminat dan sedang
mempelajari Islam.

Begitu pun, beliau yang kini beristerikan Haleema Rasheed masih belum
beroleh anak. Kini mereka memilih menetap di Dubai dan Bahrain dan masih
giat melakukan pelbagai kegiatan seni yang berunsurkan Islam.

Baru-baru ini beliau bercadang membuka sebuah kompleks hiburan di Yerevan,
Armenia yang turut memuatkan hotel, restoran dan syarikat televisyen yang
kesemuanya berorientasikan Islam dan budaya tempatan.
"Insya Allah, semua adik-beradik saya terutama Micheal dan Janet akan hadir
dan memberikan sumbangan bagi menjayakan kompleks itu," katanya penuh yakin

Petikan dari Utusan Malaysia


Blog EntrySurah Ibrahim ayat 24-26Mar 16, '08 10:03 PM
for everyone

Bismillah...

SETIAP kata yang keluar daripada mulut mempunyai pengaruh dan implikasi besar terhadap orang lain. Apa saja kata yang keluar pasti akan memberi kesan mendalam di hati orang lain yang ditujukan dengan kata-kata itu.

ukhuwah.jpgJika orang melemparkan kata kasar dan kotor kepada kita, hati akan panas membara. Jika orang bercakap menggunakan bahasa dan kata yang halus dan lembut, hati akan sejuk sesejuk air mengalir.

Imam al-Ghazali menyebutkan,

“Kata-kata yang masuk ke dalam hati menerusi telinga adalah ibarat makanan yang masuk ke dalam perut menerusi mulut. Ada yang memberi manfaat dan ada yang menjadi mudarat. Ada yang menjadi penawar dan ada yang menjadi racun.”

Dalam hal ini, Islam mengambil berat terhadap setiap perkataan yang diucapkan. Allah (SWT) mengutuk dan membenci orang yang menggunakan lidahnya untuk mencaci atau mengeji. Allah (SWT) berfirman yang bermaksud:

“Kecelakaan besar bagi tiap-tiap pencaci, pengeji.” (Surah al-Humazah, ayat 1)

Hadis diriwayatkan daripada Abu Darda bahawa Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:

“Tidak ada yang lebih berat pada timbangan orang mukmin pada hari kiamat melainkan akhlak yang baik dan sesungguhnya Allah (SWT) benci orang yang berperi laku dan berkata jahat (caci dan cela).” (Hadis riwayat al-Tirmizi)

Perbuatan memaki, menghina, menyumpah dan sebagainya sangat ditegah dalam Islam. Ia hanya menimbulkan kebencian, pertelingkahan dan permusuhan sesama manusia. Islam menganjurkan umatnya supaya mengeluarkan perkataan yang baik, halus, berlapik, manis, indah dan sopan.

Allah (SWT) berfirman yang bermaksud:

“Berkatalah kepada manusia dengan kata-kata yang baik.” (Surah al-Baqarah, ayat 83)

Perkataan yang baik bukan saja menggembirakan pendengar, malah boleh mendatangkan pahala seperti dijelaskan hadis diriwayatkan daripada Abu Hurairah, bahawa Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud,

“Perkataan yang baik itu adalah sedekah.” (Hadis riwayat al-Bukhari)

Orang yang suka menghamburkan kalimat kasar dan kotor menandakan orang itu memiliki jiwa yang kasar dan kotor. Rasulullah SAW menekankan bahawa seorang mukmin yang sejati tidak sekali-kali menghamburkan kata-kata kasar, kotor, memaki, mengeji dan seumpamanya.

Hadis diriwayatkan daripada Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:

“Bukanlah seorang mukmin itu yang jadi pencaci, pelaknat, bukan juga yang suka berkata kotor atau lidahnya suka menyebut kata-kata yang hina.” (Hadis riwayat al-Tirmizi)

Jika ditinjau sejarah kehidupan Rasulullah SAW, kita akan mendapati Baginda tidak pernah berkata kasar kepada sesiapa pun, sebaliknya Baginda sentiasa menjaga tutur kata serta cara bergaul dengan setiap masyarakat.

Sikap Rasulullah SAW itu hendaklah menjadi contoh ikutan umat Islam hari ini. Jika berkata, berbicara, bergurau, bergaul dengan orang lain hendaklah dengan cara baik, bersopan santun dan penuh berbudi bahasa.

Jika kita mengasihi orang lain dengan tidak menyakiti mereka, maka Allah (SWT) merahmati kita. Tidak ada yang lebih berharga di dunia ini dan di akhirat nanti melainkan rahmat Allah (SWT).


Blog EntrySesuatu yang menitiskan airmataku..Mar 5, '08 2:49 AM
for everyone
Bismillah...

“Ada tujuh golongan yang akan dinanungi ALLAH pada hari yang tak ada naungan selain naungan-NYA;

-pemimpin yang adil

-pemuda yang giat beribadah kepada RABBnya

-seorang yang hatinya selalu lekat dengan masjid

-dua orang yang saling mencintai kerana ALLAH, mereka bertemu dan berpisah kerana ALLAH

-seorang pemuda yang dirayu oleh wanita yang mempunyai kedudukan dan kecantikan, namun ia berkata “inni akhafaLLAH” (aku takut pada ALLAH)

- seseorang yang infak dengan sembunyi-sembunyi, sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya

- dan seorang yang mengingati ALLAH dalam kesendirian sampai menangis.”

 

(Hadith riwayat Bukhari dan Muslim)Memetik kata-kata Syeikh Muhammad Iqbal; “Kalau saja aku adalah Muhammad. Aku takkan turun kembali ke bumi setelah sampai di Sidratul Muntaha.”Syeikh Iqbal barangkali menukilkan perasaan kita semua: pesona keteduhan di haribaan ALLAH, di puncak langit ke-tujuh , di Sidratul Muntaha, puncak segala keindahan, puncak segala kenikmatan, puncak segala kedamaian, untuk apa lagi berundur pulang ke bumi, tambahan pula yang menanti sekadar perjuangan yang penuh dengan air mata dan darah. Tambahan pula orang-orang tercinta yang menjadi tempat bergantung –Khadijah dan Abu Thalib- sudah tiada lagi untuk menyambut kepulangan baginda yang mulia.

 

Tapi, Sidratul Muntaha bukanlah destinasinya. Lalu sang Nabi turun juga ke bumi, menembus kegelapan hati kemanusiaan dan menyalakannya dengan api cinta. Cintalah yang menggerakkannya. Cinta jugalah yang mengilhami batinnya dengan kearifan saat ia berdoa setelah anak-anak Thaif melemparinya dengan batu sampai kakinya berdarah; “Ya ALLAH, berilah petunjuk kepada umatku, sesungguhnya mereka tidak mengetahui.”

 

Cinta jugalah yang menjadi dasar pergerakan, tatkala as-Syahid Hassan al-Banna hadir 13 kurun kemudian, untuk mewarnai manusia dengan makna-makna cinta. “Kami bekerja untuk manusia (kerana ALLAH),” kata Hassan al-Banna, “lebih daripada kami bekerja untuk diri kami sendiri.” Di sinilah, cinta menemukan maknanya.

 

“Demikian juga kita mengharapkan agar bangsa kita mengetahui bahawa kita mengasihi mereka lebih daripada diri kita sendiri. Kita mengharapkan mereka mengetahui bahawa jiwa-jiwa ini sanggup menjadi tebusan demi kepentingan mereka, andainya ketinggian itu meminta tebusan. Jiwa-jiwa ini sanggup dicabut sebagai harga kepada keagungan, kemuliaan, agama dan cita-cita mereka, andainya perkara-perkara ini menuntut demikian. Kita bersikap demikian terhadap mereka hanyalah kerana kasih sayang yang telah sebati dan merajai perasaan kita, membuatkan kita tidak nyenyak tidur dan mengalirkan air mata. Ini kerana kita tidak sanggup melihat bencana yang terus menimpa bangsa kita sedang kita terus menyerah diri kepada kehinaan atau merelakannya atau kita terus berputus asa. Kami bekerja kerana ALLAh untuk manusia lebih daripada kami bekerja untuk diri kami sendiri. Kami untuk kamu, bukan untuk orang lain,” demikianlah Hassan al-Banna me”makna”kan cinta untuk kita.Lalu tatkala rumahtangga para artis hancur berantakan lantaran gagal memahami makna cinta, para mukmin pencintai sejati diteduhi naungan pada hari manusia terpinga-pinga mencari naungan, berkat pemahaman terhadap makna cinta sejati: “dua orang yang saling mencintai kerana ALLAH, mereka bertemu dan berpisah kerana ALLAH.”Ya, cinta itu mempunya erti, tatkala semuanya kerana ALLAH. Dengan makna cinta inilah, kota Madinah menyala dengan api cinta. Kemudian Jazirah Arab. Lalu Parsi. Lalu Romawi. Lalu dunia.

 

Dan A’idh al-Qarni pun bersenandung riang:

 

Kemarilah! Kemarilah!

Kita akan mengukir “cinta”

Sebuah janji setia dengan derasnya air mata

Yang akan membersihkan segala penyakit dan dosa

Kemarilah!

Kita perbaharui janji setia itu di dalam hati kita

Kami mendatangimu dengan penuh sukarela

Dan kami akan membalasimu dengan cinta.

Jika cintamu itu sudah mempunyai makna, maka, untuk apa lagi dunia ini?



Blog EntryRUMAH TANGGA MAWADAH SAKINAH WARROHMAHFeb 10, '08 10:34 PM
for everyone

Blog EntryJangan Sambut Valentine...please.. Feb 2, '08 5:19 AM
for everyone

Bismillah...

BAHAYA VALENTINE

Memasuki bulan Februari, kita menyaksikan banyak media massa , mal-mal, pusat-pusat hiburan bersibuk-ria berlomba menarik perhatian para remaja dengan menggelar acara-acara pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga larut malam bahkan hingga dini hari.

Semua pesta tersebut bermuara pada satu hal yaitu Valentine's Day atau biasanya disebut hari kasih sayang. Biasanya pada 14 Februari mereka saling mengucapkan "selamat hari Valentine", berkirim kartu dan bunga, saling bertukar pasangan, saling curhat, menyatakan sayang atau cinta. Sangat disayangkan banyak ABG khususnya teman-teman kita, para remaja putri muslimah yang terkena penyakit ikut-ikutan dan mengekor budaya Barat atau budaya ritual agama lain akibat pengaruh TV dan media massa lainnya. Termasuk dalam hal ini perayaan Hari Valentine, yang pada dasarnya adalah mengenang kembali pendeta St.Valentine. Belakangan, Virus Valentine tidak hanya menyerang remaja bahkan orang tua pun turut larut dalam perayaan yang bersumber dari budaya Barat ini.

Sejarah Valentine
Ensiklopedia Katolik menyebutkan tiga versi tentang Valentine, tetapi versi terkenal adalah kisah Pendeta St.Valentine yang hidup di akhir abad ke 3 M di zaman Raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 Februari 270 M Claudius II menghukum mati St.Valentine yang telah menentang beberapa perintahnya. Claudius II melihat St.Valentine meng-ajak manusia kepada agama Nashrani lalu dia memerintahkan untuk menangkapnya. Dalam versi kedua , Claudius II meman-dang para bujangan lebih tabah dalam berperang daripada mereka yang telah menikah yang sejak semula menolak untuk pergi berperang. Maka dia mengeluarkan perintah yang melarang pernikahan. Tetapi St.Valentine menentang perintah ini dan terus mengada-kan pernikahan di gereja dengan sembunyi-sembunyi sampai akhirnya diketahui lalu dipenjarakan. Dalam penjara dia berkenalan dengan putri seorang penjaga penjara yang terserang penyakit. Ia mengobatinya hingga sembuh dan jatuh cinta kepadanya. Sebelum dihukum mati, dia mengirim sebuah kartu yang bertuliskan "Dari yang tulus cintanya, Valentine." Hal itu terjadi setelah anak tersebut memeluk agama Nashrani ber-sama 46 kerabatnya.

Versi ketiga menyebutkan ketika agama Nashrani tersebar di Eropa, di salah satu desa terdapat sebuah tradisi Romawi yang menarik perhatian para pendeta. Dalam tradisi itu para pemuda desa selalu berkum-pul setiap pertengahan bulan Februari. Mereka menulis nama-nama gadis desa dan meletakkannya di dalam sebuah kotak, lalu setiap pemuda mengambil salah satu nama dari kotak tersebut, dan gadis yang namanya keluar akan menjadi kekasihnya sepanjang tahun. Ia juga mengirimkan sebuah kartu yang bertuliskan " dengan nama tuhan Ibu, saya kirimkan kepadamu kartu ini."

Akibat sulitnya menghilangkan tradisi Romawi ini, para pendeta memutuskan mengganti kalimat "dengan nama tuhan Ibu" dengan kalimat " dengan nama Pendeta Valentine" sehingga dapat mengikat para pemuda tersebut dengan agama Nashrani. Versi lain mengatakan St.Valentine di-tanya tentang Atharid, tuhan perdagangan, kefasihan, makar dan pencurian, dan Jupiter, tuhan orang Romawi yang terbesar. Maka dia menjawab tuhan-tuhan tersebut buatan manusia dan bahwasanya tuhan yang sesungguhnya adalah Isa Al Masih, oleh karenanya ia dihukum mati. Maha Tinggi Allah dari apa yang dikatakan oleh orang-orang yang dzalim tersebut.

Bahkan saat ini beredar kartu-kartu perayaan keagamaan ini dengan gambar anak kecil dengan dua sayap terbang mengitari gambar hati sambil mengarahkan anak panah ke arah hati yang sebenarnya itu merupakan lambang tuhan cinta bagi orang-orang Romawi!!!

Hukum Valentine
Keinginan untuk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia, akan tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yang diikuti berbeda dengan kita dari sisi keyakinan dan pemikirannya. Apalagi bila mengikuti dalam perkara akidah, ibadah, syi'ar dan kebiasaan. Padahal Rasul Shallallaahu 'alaihi wa sallam telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam: "Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut ." (HR. At-Tirmidzi). Bila dalam merayakannya bermaksud untuk mengenang kembali Valentine maka tidak disangsikan lagi bahwa ia telah kafir, adapun bila ia tidak bermaksud demikian maka ia telah melakukan suatu ke-mungkaran yang besar. Ibnul Qayyim berkata, "Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, "Selamat hari raya!" dan semisalnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutu-kan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, bid'ah atau kekufuran maka ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah."

Abu Waqid Radhiallaahu 'anhu meriwayatkan: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam saat keluar menuju perang Khaibar, beliau melewati sebuah pohon milik orang-orang musyrik, yang disebut dengan Dzaatu Anwaath, biasanya mereka menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon tersebut. Para sahabat Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam berkata, "Wahai Rasulullah, buatkan untuk kami Dzaatu Anwaath, sebagaimana mereka mempunyai Dzaatu Anwaath." Maka Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, " Maha Suci Allah, ini seperti yang diucapkan kaum Nabi Musa, 'Buatkan untuk kami tuhan sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan.' Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh kalian akan mengikuti kebiasaan orang-orang yang ada sebelum kalian." (HR. At-Tirmidzi, ia berkata, hasan shahih).

Adalah wajib bagi setiap orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat untuk melaksanakan wala' dan bara' ( loyalitas kepada muslimin dan berlepas diri dari golongan kafir) yang merupakan dasar akidah yang dipegang oleh para salaf shalih. Yaitu mencintai orang-orang mu'min dan membenci orang-orang kafir serta menyelisihi mereka dalam ibadah dan perilaku. Serta mengetahui bahwa sikap seperti ini di dalamnya terdapat kemas-lahatan yang tidak terhingga, sebaliknya gaya hidup yang menyerupai orang kafir justru mengandung kerusakan yang lebih banyak.

Lain dari itu, mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup mereka akan membuat mereka senang, lagi pula, menyerupai kaum kafir dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati. Allah Subhaanahu wa Ta'ala telah berfirman, yang artinya: " Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim ." (Al-Maidah:51)

"Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya." (Al-Mujadilah: 22) "Dan janganlah belas kasihan kepada kedua pezina tersebut mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akherat." (An-Nur: 2) Di antara dampak buruk menyerupai mereka adalah: ikut mempopulerkan ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah As-Sunnah (tuntunan Allah dan Rasul-Nya). Tidak ada suatu bid'ah pun yang dihidupkan kecuali saat itu ada suatu sunnah yang ditinggalkan. Dampak buruk lainnya, bahwa dengan mengikuti mereka berarti memperbanyak jumlah mereka, mendukung dan mengikuti agama mereka, padahal seorang muslim dalam setiap raka'at shalatnya membaca,

"Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pu-la jalan) mereka yang sesat." (Al-Fatihah:6-7)

Bagaimana bisa ia memohon kepada Allah agar ditunjukkan kepadanya jalan orang-orang yang mukmin dan dijauhkan darinya jalan golongan mereka yang sesat dan dimurkai, namun ia sendiri malah menempuh jalan sesat itu dengan sukarela. Ada seorang gadis mengatakan, bahwa ia tidak mengikuti keyakinan mereka, hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yang mempe-ringatinya. Ini adalah suatu kelalaian, padahal sekali lagi perayaan ini adalah dari ritual agama lain! Hadiah yang diberikan sebagai ung-kapan cinta adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan pesta-pesta ritual agama lain dan tradisi-tradisi Barat, akan mengakibatkan terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka.

Mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yang sepele, tapi lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yang tidak memandang batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga saat ini kita lihat struktur sosial mereka menjadi porak-poranda.

Alhamdulillah, kita mempunyai pengganti yang jauh lebih baik dari itu semua, sehingga kita tidak perlu meniru dan menyerupai mereka. Di antaranya, bahwa dalam pandangan kita, seorang ibu mempunyai kedudukan yang agung, kita bisa mempersembahkan ketulusan dan cinta itu kepadanya dari waktu ke waktu, demikian pula untuk ayah, saudara, suami ?dst, tapi hal itu tidak kita lakukan khusus pada saat yang dirayakan oleh orang-orang kafir. Semoga Allah senantiasa menjadikan hidup kita penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan untuk masuk ke dalam Surga yang hamparannya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah menjadikan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang disebutkan:

" Kecintaan-Ku adalah bagi mereka yang saling mencintai karena Aku, yang saling mengunjungi karena Aku dan yang saling berkorban karena Aku." (Al-Hadits).

Fatwa Syeikh Ibnu Utsaimin: Pertanyaan: Pada akhir-akhir ini ini telah tersebar dan membudaya perayaan hari Valentine -terutama di kalangan pelajar putri, padahal ia merupakan salah satu dari sekian macam hari raya kaum Nashrani. Biasanya pakaian yang dikenakan berwarna merah lengkap dengan sepatu, dan mereka saling tukar mawar merah. Bagaimana hukum merayakan hari Valentine ini, dan apa pula saran dan anjuran anda kepada kaum muslimin. Semoga Allah selalu memelihara dan melindungi anda.

Jawab: Merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena: Pertama: ia merupakan hari raya bid'ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari'at Islam. Kedua : ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita) - semoga Allah meridhai mereka. Maka tidak halal melakukan ritual hari raya, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya. Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya.

pilih la... kekasih atau agama..

please visit www.rahsiakecantikan.com for more..


Blog EntryIslam as Ad-DeenJan 24, '08 9:02 PM
for everyone
Bismillah..

Dear brothers and sisters, when we work for the sake of Allah without knowledge of what the path of Allah is, many times we do as that man did. We are living in an age of information. We have lights in every corner of the house when only yesterday our ancestors read by the light of moon. We have publishing houses when only yesterday our ancestors the books they owned with their own hands. We have CD's to search Hadith archives when our scholars spent days upon days searching proof and evidence in their libraries. Shouldn't the knowledge increase with all this ease? It should. But it has not.

 

Dear brothers and sisters, we know that when a prize is great, the responsibility, and the work required for that prize shall also be great. And because of this, we see the enormous reward promised to those scholars and students of Islam due to the heavy work required.

 

The Prophet (pbuh) said, "Whoever seeks out a path to acquire knowledge (of the deen), Allah makes easy a path for them to Jannah!" – Muslim

Shaykh Abdur-Rahman As-Sa'dee said, "Thus any path a person takes, whether physical or otherwise, something that will help them in acquiring knowledge of the Deen, they enter in the words of the Prophet, "Whoever seeks out a path to acquire knowledge (of the deen), Allah makes easy a path for them to Jannah."

 

Rasul Allah told us that when a person seeks out a path to learn about Islam, this is a sign that Allah loves them and that He wants good for them in this life and the next.

 

We should never forget to pray to Allah to bless us with His Mercy in succeeding in our intentions to learn Islam for His sake. Allah ta'aala says [When My servants ask thee concerning Me, I am indeed close (to them): I listen to the prayer of every suppliant when he calleth on Me…] 
(Surah AlBaqarah, 186)

 

Let us pray to Allah now to make this effort we are doing to learn His Deen, to learn His Shariah, sincere for His sake. And that He blesses us by His Mercy to succeed in what we intend. Verily, he has the Power to do anything. Ameen.



Blog EntrySudahkan anda bertadabbur??bertafakkur???Jan 4, '08 5:44 AM
for everyone

Bismillah.
Suatu ketika Al Hasan berkata, Berpikir satu saat itu lebih baik daripada qiyamul lail (shalat malam). Ungkapan popular tersebut tidak dimaksudkan melemahkan kedudukan qiyamul lail. Al Hasan mengungkapkan bahwa tidak ada perbezaan antara qiyamul lail dan tafakur, keduanya memiliki kedudukan sama serta kaitan erat. Tafakur dapat melunakkan hati dan menyuntikkan energi iman, sehingga memudahkan seseorang melakukan qiyamul lail.
Tafakur memiliki kedudukan istimewa, terbukti dengan banyaknya ayat Al-quran yang memotivasi kita untuk bertafakur. Dalam sebuah ayat, Allah mengajak akal kita menafakuri air dan binatang ternak. Dan Allah menurunkan dari langit itu air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya.
Sebagaimana dalam firmannya:Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran). Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minuman dari apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya (QS An Nahl [16]: 65-66).
Terkadang, ajakan tafakur berbentuk pertanyaan,Sebagaimana dalam firmannya:Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta, bagaimana ia diciptakan? Dan langit bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi bagaimana ia dihamparkan? (QS Al Ghaasyiah [88]: 17-20).
Bahkan kadang kala, pertanyaan yang diajukan tersebut disertai ancaman. Biasanya ditujukan kepada orang kafir. Sebagaimana dalam firmannya: Maka apakah mereka tidak melihat langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka? Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka di bumi atau Kami jatuhkan kepada mereka gumpalan dari langit (QS Saba' [34]: 9).
Dalam ayat lain Allah menggelar orang yang bertafakur sebagai ulul albab (orang cerdas). Yaitu mereka yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentag penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS Ali Imran [3]: 191).
Mengapa Allah begitu kuat mendorong kita melakukan tafakur? Bahkan menggelar orang yang melakukannya sebagai orang cerdas? Apa hikmahnya?
Kerana dengan Tafakur kita dapat memperkuat keyakinan kita.Yakin, menurut Ar Raghib, adalah ketenangan pemahaman yang disertai keteguhan. Yakin merupakan lawan dari dzan (prasangka) dan syak (keraguan). Jika hati seseorang dipenuhi keyakinan, maka ia tidak goyah digoda dengan cara apa pun. Seperti ditunjukkan Bilal bin Rabah. Walau ditindih batu di tengah gurun pada siang hari. Namun keimanannya tidak goyah. Sebab keyakinannya begitu kuat.
Al-quran menyebutkan tiga darjat keyakinan.
Pertama, 'ilmul yaqin yaitu keyakinan yang timbul dari pengetahuan.
Kedua, 'ainul yaqin yaitu keyakinan yang timbul dari pengalaman sendiri, bukan atas dasar kabar dari orang lain.
Ketiga, haqqul yaqin yaitu keyakinan tertinggi yang bukan hanya melibatkan akal namun melibatkan juga dzauq (rasa).
Agar mudah memahami tiga tingkat keyakinan tersebut para ulama mengumpamakannya dengan seseorang yang menginformasikan bahwa ia memiliki madu asli, murni dan manis. Sifatnya seperti ini dan itu, dan kita tidak meragukan kebenarannya. Kemudian, ia memperlihatkannya, maka kita bertambah yakin. Kemudian, ia memberikan kepada kita untuk dirasakan lalu kita merasakan dan memakannya. Yang pertama disebut 'ilmul yaqin, yang kedua disebut 'ainul yaqin, dan yang terakhir disebut haqqul yaqin. Demikian penjelasan Yusuf Al Qaradhawi.
Dari penjelasan ini diketahui bahwa beralihnya satu darjat keyakinan ke darjat yang lebih tinggi disebabkan oleh bertambahnya ilmu pengetahuan. Logiknya, ilmu pengetahuan merupakan hasil tafakur. Dengan demikian tafakur dapat memperkuat dan menambah keyakinan. Inilah mengapa tafakur begitu istimewa kedudukannya dalam Islam.
Objek tafakur,Prinsipnya, tafakur harus dilakukan sesuai dengan kapasiti akal yang terbatas. Akal tidak bisa menjangkau hal-hal yang tidak bisa disentuh pancaindera. Kerananya, Rasulullah saw melarang menafakuri wujud dan bentuk Allah. Sabdanya, Berpikirlah kamu akan ciptaan-ciptaan Allah, dan jangan kamu berpikir tentang Dzat Allah. (HR Ath Thabrani)
Imam Al Ghazali menjelaskan, ciptaan Allah terbahagi dua. Iaitu
ciptaan yang tidak diketahui wujudnya, ini tidak mungkin ditafakuri.
Serta ciptaan yang diketahui asal dan jumlahnya, namun tidak diketahui secara terperinci, untuk mengetahuinya kita harus berpikir. Inilah objek tafakur yang sempurna.
Dua di antara objek tafakur yang sempurna adalah,
pertama, alam semesta. Objek ini meliputi, langit dengan semua yang ada di dalamnya seperti matahari, bintang dsb. Juga bumi dengan semua yang ada di dalamnya seperti gunung, haiwan, tumbuhan dsb. Serta semua fenomena yang terjadi di dalamnya seperti proses terjadinya hujan, dsb. Objek ini disebutkan dalam banyak ayat. Di antaranya, dan Dialah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasangan. Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (QS Ar Ra'd [13]: 3).
Kedua, manusia. Allah SWT berfirman, Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? (QS Ar Rum [30]: 8). Dalam diri manusia terdapat banyak hal yang bisa ditafakuri. Dari susunan tubuhnya hingga organ-organ tubuh yang menakjubkan.
Kerana objeknya begitu luas, maka untuk manafakurinya tidak dibatasi ruang dan waktu.Sekarang apakah teman-temanku sudah bertafakkur?jawabannya hanya diri teman-temanlah yang tau,,,bukankah begitu???


Blog EntryBicara Sufi..Nov 16, '07 4:48 AM
for everyone
Bismillah..

Bicara sufi seorang teman, Tiba-tiba sahaja hati resah gelisah,Tidak tahu apa yang diresahkan,Setelah dikaji dan dihayati,Rupa-rupanya itulah ujian jiwa,Benarlah janji Tuhan Rabbul Izzati,Setiap jiwa mukmin pasti diuji,Duhai diri,Sedarlah,Bagi hati yang tawakkal kepadaNYA,Walau pun resah gelisah mendatang,Bagai putting beliung kencangnya,Akan tetapi raja dalam diri tetap dapat melawannya,Dengan iman dan zikrullah,Duhai diri….Insaflah………..Kembalilah…….Jadilah manusia yang tabah dengan ujianInsya ALLAH, hatiku jadi tenang………

Blog EntryTolong...Nov 10, '07 5:12 AM
for everyone

Bismillah..

Tolong sampaikan pada si dia…
Tolong beritahu si dia aku ada pesanan
buatnya..
Tolong beritahu si dia, cinta agung
adalah cintaNya..
Tolong beritahu si dia, cinta manusia
bakal membuatnya alpa..

Tolong nasihati sia dia, jangan
menyintaik u lebih dari dia menyintai
Yang Maha Esa..
Tolong nasihati si dia,jangan
mengingatiku lebih dari dia mengingati
Yang Maha Kuasa..
Tolong nasihati si dia, jangan
mendoakank u lebih dari dia mendoakan
ibu
bapanya.­­.

Tolong katakan pada si dia, dahulukan
Allah kerana di situ ada syurga..
Tolong katakan pada si dia, dahulukan
ibu bapanya kerana di telapak itu
syurganya..
Tolong­­ ingatkan si dia. Aku terpikat
kerana imannya bukan rupa..
Tolong ingatkan si dia. Aku lebih
cintakan zuhudnya bukan harta..
Tolong ingatkan si dia aku kasihinya
kerana santunnya..

Tolong tegur si dia, bila dia mula
mengagungkan cinta manusia..
Tolong tegur si dia, bila dia tenggelam
dalam angan-angannya..
Tolo­­ng tegur si dia, andai nafsu
mengawal fikirannya..

Tolong sedarkan si dia. Aku milik Yang
Maha Esa..
Tolong sedarkan si dia. Aku masih milik
keluarga..< BR>Tolong sedarkan si dia,
tanggungjawabnya­­
­besar kepada keluarganya..

Tolong sabarkan si dia, usah ucap cinta
di kala cita-cita belum terlaksana..
Tolong sabarkan si dia, andai diri ini
enggan dirapati kerana menjaga batasan
cinta..Tolong­­ sabarkan si dia, bila jarak
mejadi penyebab bertambah rindunya..

Tolong pesan padanya. Aku tidak mahu
menjadi fitnah besar kepadanya..
Tolon g pesan padanya. Aku tak mahu
menjadi punca kegagalannya..
Tolong­­ pesan padanya aku membiarkan
YangEsa menjaga dirinya..

Tolong khabarkan pada si dia. Aku tidak
mahu melekakan dia..
Tolong khabarkan pada si dia. Aku mahu
dia berjaya dalam impian dan cita-
citanya..Tolong­­ khabarkan pada si dia, jadilah
penyokong dalam kejayaanku..

Tolong sampaikan pada si dia. Aku
mendambakan cinta suci yang terjaga..
Tolong sampaikan pada si dia,cinta
kerana Allah tidak ternilai harganya..
Tolong sampaikan pada si dia, hubungan
ini terjaga selagi dia menjaga hubungan
dengan Yang Maha Kuasa..
Tolong sampaikan kepada si dia kerana
aku tidak mampu memberitahunya
sendir­­i...

Hanya engkau Ya Allah mengetahui siapa
si dia..
Moga pesananku sampai padanya walau aku
sendiri tidak mengetahui siapa dan
dimana si dia..
Moga dia seekor lebah yang sentiasa
memuji keagungan Yang Maha Kuasa
memasuki taman larangan dengan sopan
santunnya dan bertemu mawar berduri
yang
terjaga oleh tuannya..
Simpanlah pesanan ku ini sehingga
engkau bertemu diriku suatu hari nanti...


Blog EntryIdeologi dan strategi Dakwah...Oct 31, '07 11:25 PM
for everyone

Bismillah...

Menghidupkan ruhul-jihad, dinamisme dan optimisme.

Islam bukan hanya Agama rumus, bukan hanya agama pola dan formula.

Islam adalah Agama perjuangan, agama kesungguhan.

Menjadi seorang Muslim sekaligus menjadi pahlawan yang sanggup berjuang.

Seluruh ajaran Islam, segenap kalimat dan semangat dalam Al-Qur-an dan Hadits Nabi yang menjadi tafsir Al-Kitab itu, semuanya ada tali-temalinya dengan perjuangan, tidak ada yang lepas dari matarantai perjuangan.

Jika Islam bukanlah Agama perjuangan, tidak berhak ia menyatakan diri sebagai Agama yang terachir didunia, tidak berhak dia mengakui Agama yang paling sempurna untuk menjawab seluruh persoalan dunia dan kemanusiaan.

Seorang Muslim menyatakan keyakinan Tauhidnya, membahas upacara per’ibadahan Islam, pergaulan hidup Islam, perdamaian dan persaudaraan manusia, kerukunan antar bangsa, perluasan daerah, susunan masyarakat dan politik-kenegaraan, semuanya itu berhubungan langsung dengan perjuangan, tidak lagi yang lepas daripadanya.

Dikala cahaya fajar menyingsing diufuk Timur, ayam jantan berkokok memuja Tuhannya, segera menggema suara Bilal dari Masjid Nabawy. Gema adzan itu bersambung dari menara kemenara, disegala Masjid dan Mushala seluruh dunia.

Jutaan muadzin yang menyambung suara Bilal memanggil Ummat yang ber Iman.

Adzan dan panggilan itu dibuka dengan kalimat Takbir, Allahu Akbar (Allah Maha Besar), disusul dengan kalimat militan : Hayya ‘alal Falaah ! (Mari merebut Menang !).

Antara kalimat Takbir yang membuka adzan dengan kalimat Hayya ‘alal falaah yang menyusulnya, ada sesuatu yang tidak diucapkan, tapi terasa dalam jiwa daya dan adanya, ............ ialah perjuangan.

Perjuangan membela Kebesaran Tuhan, mempertahankan Keesaan Tuhan, perjuangan merebut dan menegakkan Kehidupan Menang didunia.

Allahu Akbar, laa ilaha illallaah !

Allah Maha Besar, tidak ada Tuhan kecuali Dia !

Itu kalimat Tauhid !

Kalimat Tauhid itu yang telah mengikat dan menyusun uchuwwah dan jama’ah Islamiyah masa dahulu.

Kalimat Tauhid itu yang telah membentuk Quwwah Islamiyah, kekuatan Islam yang telah menggoncangkan kerajaan Persi dan Rumawi.

Atsarut Tauhid itu yang telah memancarkan kemampuan membangun dan menciptakan sesuatu yang berarti dalam dunia, karya dan jasa Ummat Islam.

Ruhut Tauhid itu yang telah melahirkan pahlawan dan perwira Islam pada abad pertama.

Ajaran Tauhid itu yang telah menuntun Nuh, Ibrahim, Musa dan ‘Isa dalam menunaikan risalah Tuhannya, menghadapi segala manusia dan segala kekuasaan yang menentang.

Kalimat dan semangat Tauhid itu yang telah mengendalikan Nabi Yang Terachir, Muhammad SAW, Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali dalam perjuangan dan pertarungan keyakinan, menghadapi segala manusia dan segala kekuasaan yang hendak memusnahkan dia.

Allahu Akbar !

Dengan kalimat itu Mu’min dipanggil untuk menegakkan Shalat.

Dengan kalimat itu pula Mu’min memulai Shalatnya. Shalat yang dimulai dengan Takbir dan ditutup dengan Salaam (seruan damai dan sejahtera bagi seluruh isi alam)

Mu’min sadar, antara Takbir dan Salaam itu terbentang jalan perjuangan yang jauh, terbuka medan dan gelanggang perjuangan yang luas entah dimana tepinya.

Allahu Akbar !

Kalimat itu juga yang telah menggerakkan Ummat Islam Indonesia dalam Revolusi Agustus yang besar, mengurbankan apa saja yang dimilikinya untuk memenangkan perjuangan bangsa.

Puluhan kali kalimat itu dibaca dan diulang dikala adzan dan iqamat, diwaktu shalat dan dzikir; memperingatkan kepada Ummat Tauhid bahwa mereka adalah Ummat yang berjuang.

Berjuang membela dan menegakkan kebenaran dan keadilan didunia. Berjuang melepaskan sijelata dari belenggu kezaliman. Berjuang menahan tangan sewenang-wenang dari manusia yang kuat yang hendak menelan dan memusnahkan kaum yang lemah. Berjuang mengembalikan perjalanan seluruh isi alam ini kepada garis-ketentuan kekal, harmoni dan abadi.

Muslim dan Mu’min memantangkan dan mengharamkan dirinya tinggal diam menonton kezaliman, penghisapan oleh manusia atas manusia, pemerasan dan penindasan dari golongan yang kuat berkuasa atas golongan yang lemah, sijelata yang papa.

Hanyalah Iman yang sudah kering dan Tauhid yang sudah layu, yang tidak ambil peduli dengan segala kezaliman dan kesewenang-wenangan.

Iman yang sudah kering dan Tauhid yang sudah layu, itulah tanda dan alamat kemusnahan dan keruntuhan yang pasti tibanya kepada kaum Muslimin.

Jiwa yang segan berjuang, enggan berkurban, takut kulit terkelupas, takut kematian, cinta dunia dan benda, diperhamba oleh dunia dan benda, segala itu adalah alamat telah lenyapnya kuasa Iman dari dada manusia.

Mari pembaca saya ajak menikmati ucapan Sayid Abdurrahman Al-Kawakiby memesankan amanat jihad kepada sahabat-perjuangannya untuk menentang imperialisme Barat, yang dirangkainya dalam bukunya Thabaai’ul Istabdaad :

Wahai bangsaku !

Semoga Tuhan menjauhkan kamu sekalian daripada siksa dan bencana.

Mudah-mudahan Ia melimpahkan kecerdasan kepadamu untuk kehidupan terang mendatang.

Sekiranya para penzalim dan penindas bangsa Barat telah membelenggu tanganmu, telah menyesakkan nafasmu dan menyempitnya dadamu, sehingga merendahkan dirimu dan menghinakan kamu dalam pergaulan hidup ini, sehingga engkau tidak tahan lagi, apakah kamu masih hidup atau sudah menjadi bangkai ?

Sudikah kau memberitakan kepadaku ?

Mengapa kamu rela menerima pimpinan kamu yang zalim dan penindas, sehingga kamu dilemparkan kepada maut-kematian ?

Tidakkah kamu berkuasa menentukan pilihan sendiri, agar kamu mati menurut kehendakmu, tidak menurut kemauan kaum penindas dan pemeras ?

Ataukah memang penganiayaan dan penindasan itu kamu kehendaki, sehingga datang kematian kepadamu ?

Demi Allah, tidak sekali-sekali begitu, tidak !

Jika aku rindu kepada kematian, baik dalam kehinaan atau dalam kemuliaan, baik mati biasa atau mati dalam perjuangan, mati dan kematian itu adalah sama dan tidak berbeda.

Mati adalah kemestian, tak guna ditakuti.

Jika aku merindui kematian, datanglah kematian itu hari ini, jangan ditangguhkan sampai besok, dan hendaklah kematian itu ditanganku sendiri, tidak ditangan musuh-musuhku.

Wahai sahabat perjuangan !

Dengan asma Allah aku menyampaikan harapan kepada kamu semua.

Ketahuilah, aku berkata benar kepadamu.

Aku tahu dan mengerti, bahwa kamu tidak ingin Maut karena mencintai Hidup.

Akan tetapi engkau dungu dan bebal. Kami tidak tahu jalan kearah kematian. Kamu lari mengelakkan Maut, padahal kamu menuju kearah itu.

Jikalau kalian mengerti jalan yang benar, tentulah kamu insaf, bahwa lari dari mati adalah kematian yang sejati; dan tak gentar menghadapi Maut adalah Hidup.

Sesungguhnya takut akan kepayahan, akan mengekalkan kita dalam paya kepayahan itu.

Berani menempuh kepayahan dan mengatasi kesulitan, adalah kesenangan dan kegembiraan yang kekal.

Ketahuilah olehmu, wahai bangsaku, sesungguhnya kemerdekaan, bebas dari belenggu dan cengkraman kaum penindas dan pemeras, sehingga kamu merdeka menjalankan segala perintah Ilahy dan menjauhi laranganNya, adalah laksana syajaratulchuldi (pohon yang kekal abadi dalam sorga jannatunna’im), tetapi pohon itu harus disiram dengan tetesan darah pengurbanan.

Adapun perbudakan dan perhambaan, adalah laksana syajaratuzzaqqum (pohon yang kekal dalam neraka jahim); ia harus disiram dengan pengaliran darah kotor, penghinaan dan jiratan leher selama-lamanya.

Alangkah indah, dalam dan tajamnya ucapan pejuang Islam itu !

Ruh jihad dan semangat kurban yang dipupuk oleh ajaran Tauhid; dengan senyum simpul mencari Maut untuk menemani Hidup yang kekal, langsung mendapat kedudukan terhormat disisi Rabbul Jalil, dalam jannah yang dijanjikan dan dicadangkan buat Mu’minin dan Mujahidin.

Kaum Mu’minin telah menjual diri dan hartanya untuk menebus kehidupan yang kekal itu. Jiwanya telah naik terbang meninggalkan duniawy dan materi.

Sesungguhnya Allah telah membeli dari Mu’minin jiwa dan harta mereka, dengan harga-balasan, bahwa untuk mereka disediakan sorga; tapi hendaklah mereka berjuang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh, itu suatu ketentuan yang dijanjikan, tersebut dalam Taurat, Injil dan Qur-an. Bukankah tidak ada yang sempurna janjinya lebih daripada Allah ? Oleh sebab itu, bergembiralah dengan perjanjian kamu yang janjikan kepadaNya, karena yang demikian adalah bahagia yang besar. ( QS. Al Baraah : 111 )

Wahai Ummat Mu’min !

Apa sebabnya, jika kamu diseru berjuang pada jalan Allah, kamu berat kepada bumi ? Apakah kamu lebih menyukai penghidupan dunia yang rendah ini daripada kehidupan Achirat, padahal penghidupan dunia itu amatlah sedikitnya jika dibandingkan dengan penghidupan Achirat ?

Kalau kamu tidak mau berjuang, Ia akan menurunkan adzab, siksa dan bencana kepadamu, dan Ia akan menggantikan kamu dengan kaum yang tidak serupa dengan kamu, sedangkan kamu tidak kuasa membahayai Dia sedikitpun, karena Allah itu berkuasa atas segala sesuatu.

Berangkatlah dalam keadaan ringan atau berat berjuang dengan harta dan jiwamu dijalan Allah, yang demikian itu adalah baik bagimu, jika kamu tahu.

Orang-orang yang ber-Iman kepada Allah dan Hari Kemudian tidak akan minta tangguh kepadamu untuk mundur daripada berjuang dengan harta dan jiwa mereka, Allah mengetahui orang-orang yang berbakti.

Hanya yang akan minta izin kepadamu yalah orang-orang yang tidak percaya kepada Allah dan Hari Kemudian dan ragu-ragu hati mereka.

Lantaran itu mereka akan bingung dalam keraguan mereka.

( QS. Al-Baraah : 38-39, 41, 44-45 )

Mengapa kamu tidak mau berjuang pada jalan Allah, membela kaum yang lemah, wanita dan pria serta anak-anak (yang karena tak tahan menanggungkan kezaliman) mereka berdu’a kepada Tuhan :

Wahai Tuhan kami ! Keluarkanlah kami dari negeri yang penduduknya zalim ini, dan kirimlah untuk kami langsung daripada Mu Pemimpin dan Pembela kami dalam perjuangan.

( QS. An-Nisa’ : 75 )

Itulah sebagian dari suara Wahyu yang memberi komando kepada Ummat Islam untuk berjuang pada jalan Allah, membela keadilan dan kebenaran, membela kaum yang tertindas dan lemah.

Filosofi Jihad dalam Islam luas maknanya. Keluasan makna Jihad mencakup segala kegiatan dan perjuangan.

Ia bisa meningkat ketaraf Qital (perang) berkuah darah menyabung nyawa, merelakan jiwa berpisah dengan jasad, berpisah ruhani dan jasmani.

Dimedan perang para pejuang hanya mengenal kata-pilihan : binasa atau jaya.

Binasa artinya sorga, dan si Syahid langsung sampai kepangkuan Tuhannya, tidak melalui hisab atau perhitungan. Bau yang harum semerbak dari jannah tempat kaum shalihin itu hinggap keujung hidung para mujahiddin, dan lambaian tangan para bidadari dari taman-firdaus memanggil mereka untuk cepat berangkat kesana, ridla Ilahy menanti, janji Tuhan menunggu dia datang.

Jihad dalam arti yang luas, ialah ketekunan dan kesungguhan berjuang, membela kebenaran dan keadilan dibumi, membela kaum yang lemah dan tertindas, memusnahkan penghisapan dan pemerasan dalam segala bentuknya.

Mengawal dan mengamankan berjalannya Da’wah Islamiyah, melancarkan seruan wahyu keseluruh isi bumi.

Mujahid Islam memulai perjuangan dari dirinya sendiri, melalui riyadlah dan mujahadah, latihan dan kesungguhan, membentuk diri menjadi manusia-teladan bagi segenap manusia lainnya.

Mu’min yang belum merampungkan dalam dirinya, tidak mungkin akan berbuat baik dalam masyarakat bangsanya.

Hanyalah dari manusia yang shaleh akan keluar kreasi yang shaleh pula.

Manusia fasik, bernoda dan durjana, hanya akan menaburkan bencana didunia.

Ruhul Jihad dan ruhul-qurban, itulah tenaga yang menggerakkan segenap Mu’minin dalam mematuhi segenap amar Ilahy, memimpin masyarakat kejalan suci, jalan kebenaran.

Mu’min yang telah merampungkan perjuangan dalam dirinya, meng-Islamkan dirinya, mendapat tugas untuk meluaskan kegiatannya, meng-Islamkan manusia diluar dirinya.

Itulah Alifbata perjuangan yang berhasil : mikro-sistem, bukan makro-sistem.

Sistem yang begitu adalah ajaran Sunnah Ilahy dan Sunnah Nabi.

Mengaji dari Alif, menghitung dari Satu.

Menyusun dari bawah, membersihkan dari atas.

Demikianlah Islam penuntun pemeluknya, mendidik Muslim menjadi pejuang.

Pejuang terhadap dirinya sendiri, menguasai diri sendiri; berjuang dalam masyarakat manusia.

Dihadapinya masyarakat dengan prinsip hidup, keyakinan dan kebenaran.

Keyakinan itu dibelanya dengan segala apa yang dimilikinya, diperjuangkannya dengan segala kesungguhan dan kepenuhan.

Semangat jihad dan jiwa sabil yang dimilikinya, memantangkan dirinya untuk mundur walau setapak. Baginya mundur adalah kematian dan kemusnahan.

Jika niat sudah dipasang, tujuan sudah ditentukan, langkah sudah diayunkan, keadaan sudah diperhitungkan, dia bergerak dan berjuang tiada hentinya.

Esa hilang dua terbilang !, itulah devis pejuang dalam gelanggang.

Memperhitungkan situasi, mengetahui cuaca dan suasana, menyadari kenyataan yang ada.

Pejuang yang sejati, bukan saja hanya memiliki keyakinan, semangat dan ruh berkurban dan berjuang, tetapi juga mengetahui Undang-undang perjuangan dan Undang-undang perhitungan.

Disinilah terletak nilai teori dalam berjuang, Teori merumuskan chiththah perjuangan, meletakkan strategi dan taktik berjuang.

Berjuang tanpa teori, tanpa strategi yang benar, akan menenggelamkan sipejuang itu kelembah politik tambal-sulam dan opportunisme.

Politik tambal sulam yalah memetik hasil-hasil kecil yang dekat, laba sementara; enerzinya habis disitu. Tidak ada kemampuan menciptakan yang asasi, nilai kerja yang seukuran dengan keyakinan perjuangan.

Opportunisme yalah sikap petualangan, halauan perjuangan yang ditentukan oleh gerak angin, kejadian kecil yang terjadi dalam gerak hidup; dia telah menyerah kepada keadaan, menjadi hamba kenyataan.

Amir Syakib Arsalan menyebutkan manusia yang begitu Mustaslim bukan Muslim.

Dihalaman yang lalu kita banyak menggunakan istilah pemikir dan pejuang.

Kedua kata itu kita senafaskan !

Pengalaman masalalu memberi ajaran kepada kita, bahwa banyak terdapat dalam masyarakat kaum Muslimin para pemikir tapi bukan pejuang, dan pejuang bukan pemikir.

Suatu pemikiran yang tidak ada manfa’atnya buat perjuangan, nilainya hanya seharga sampah, hampa. Perjuangan yang tidak dikendalikan oleh pikiran yang jernih dan perhitungan yang matang adalah buta.

Ruh Jihad harus didampingi oleh pemikiran. Semangat Sabil harus disoroti oleh otak Sabil.

Semangat yang meluap-luap yang mau mengepal dunia dan manusia ini dalam tangan sendiri, pasti membawa manusia kepada kalap dan gelap mata; bertindak tanpa perhitungan.

Dia sudah tidak berbuat menurut Sunnah Ilahy dan Sunnah Nabi.

Sunnah Ilahy dan Sunnah Nabi telah menetapkan hukum dan undang-undang perjuangan, hukum dan undang-undang kehidupan, hukum dan undang-undang perhitungan.

Shahibud Da’wah memikul tugas bukan saja menghidupkan ruhul jihad dan ruhul qurban, tetapi memberikan didikan dan pengertian, teori perjuangan dan perhitungan pengurbanan.

Salah satu dari kelemahan perjuangan Ummat Islam sejak puluhan tahun sampai kini yalah, tidak memiliki teori perjuangan dan strategi perjuangan.

Ideologi berjuang tidak disertai teori berjuang, telah membuat kita terkurung dalam lingkaran yang tidak berujung dan berpangkal : disitu-disitu juga, seperti menghesta kain sarung.

Ummat ini harus kita persiapkan bukan saja dalam lapangan semangat, ruh dan jiwa jihad, tapi harus kita persiapkan dengan perlengkapan dan pensyaratan berjuang, tahu membuat perhitungan.

Risalatud Da’wah Islam harus bergerak kearah itu. Mempersiapkan Ummat dengan didikan dengan pengertian, yang menerangi jalan perjuangan.

Mengembalikan ruhul jihad dan ruhul qurban kedalam jantung dan budinya, meningkatkan taraf perjuangan dan memperbesar kemampuan berkurban.

Islam meminta pembelaan dari pemeluknya; keyakinan menuntut pengurbanan.

Kalimatul Haq memanggil segenap Mu’minin dan Mu’minat untuk tanpa-cadangan berjuang menyampaikan dan memperjuangkan dia ditengah-tengah manusia.

Kalimatul Haq itu yang telah membuka daerah dunia yang luas di Timur dan di Barat abad-abad yang silam, karena keperwiraan dan kepahlawanan Juru Da’wah, yang telah mengantarkan seruan Islam sampai ketepi ufuk dunia.

Pahlawan Da’wah yang demikian itu yang dinantikan oleh pemeluk Islam dibumi, yang menghidupkan ruhul jihad dan ruhul qurban dalam jiwa dan sukma Ummat Muhammad SAW.

Mudah-mudahan bertambah banyak didunia golongan angkatan yang digambarkan oleh Nabi dalam Haditsnya :

Akan selalu ada segolongan dari Ummatku yang tegak melahirkan Agama yang benar ini dan tidak merusak kepada mereka penghinaan-penghinaan yang dilancarkan musuh, sehingga datang pembelaan dari Allah.
============
ps-aan amik dr BicaraMuslim.Com(Hayati na..)


Blog EntryPertemuan Bukan Milik Kita...Sep 10, '07 9:34 PM
for everyone

Bismillah...

 Cinta yang hakiki ialah cinta oleh akal dan hati.....hebat kan??? Tanpa melihat atau berjumpa, ia sudah bertaut dan dapat dirasa kerana bersatu adalah hati, bukannya fizikal dan ia disatukan oleh tali Allah dan BUKANNYA oleh nafsu dan kepentingan diri. Kereta diciptakan dengan kuasa untuk bergerak, tetapi pergerakannya perlu diatur dan dikawal. Begitulah cinta, ia adalah kuasa, tetapi kuasa itu memerlukan peraturan dan kawalan. Sebagaimana jasad memerlukan makanan, begitu juga halnya dengan jiwa yang memerlukan cinta. Allah menciptakan naluri tersebut kerana ingin menyelamatkan, membahagiakan dan mententeramkan jiwa manusia. Tetapi cinta sekarang banyak meruntuhkan erti kemanusiaan itu sendiri. Bukannya menyelamatkan tetapi merosakkan.

 

Hukum cinta perlu dipatuhi agar maksud penciptaannya tercapai. Cintailah sesiapapun, asalkan cinta itu dapat memberi lorong yang sebaik-baiknya untuk terus menyintai Allah. Cinta itu harus dibina diatas dasar cinta kepada Allah. Sebagai bukti, kita akan mendahulukan kehendak kecintaan kita kepada Allah melebihi kehendak kecintaan kita kepada yang lain. Cinta harus tumbuh atas dasar tapak yang murni yang selalunya didorong oleh faktor agama, akhlak, kewibawaan dan keperibadian yang baik. Dorongan dan rangsangan yang menyuburkan cinta ini tidak memerlukan kata-kata luahan yang indah, namun body language sudah cukup membuktikan betapa dalamnya cinta.

 

Kebiasaannya cinta yang suci akan membawa ke gerbang perkahwinan, untuk bercinta lagi dengan seribu keindahan. Bahkan jika diizinkan Allah, ia akan bersambung di akhirat. Suami yang soleh dan isteri yang solehah akan bercinta lagi di akhirat. Jikalau cinta seseorang itu benar-benar hanya kerana Allah, dia akan lebih khusyuk selalu dalm solatnya dan semakin bertambah pula amal ibadat dan ketakwaannya kepada Allah. Sebaliknya jika hubungannya dengan Allah semakin renggang dan mengarahkan dirinya melakukan perkaraperkara yang merugikan dan melalaikan. Itu ertinya Cinta Nafsu.

 

Cinta yang bersalut nafsu akan mudah diganggu oleh syaitan. Maka akan berlakulah zina hati dan mata. Orang yang sebegini sifatnya jikalau dia mengaku cintanya itu dibina atas dasar cinta kepada Allah jelaslah dia menipu dirinya sendiri. Mustahil boleh bersatu dua unsur yang berlainan dalan satu masa bagaimana sukarnya air dan minyak bercantum menjadi satu. Semangat itu perlu untuk menghidupkan perjuangan yang telah lama mati dalam diri.

 

Tetapi bukankah kita masih mempunyai Allah??? Bergantung sepenuhnya kepada Allah itulah sebaik-baiknya pilihan. Tiada usaha yang luar biasa dilakukan oleh pejuang-pejuang agama Allah untuk menegakkan kebenaran. Mereka menundukkan nafsu dan menguasainya. Perjuangan menegakkan kalimah Allah memang pahit. Tohmahan dan hinaan datang silih berganti. Namun syurga dan segala nikmatnya telah dijanjikan oleh Allah buat hamba-hambaNya yang bersabar.

 

Tingkatkan taqwa....cekalkan semangat...tabahkan hati.... jalan yang engkau lalui ini.... bukan setenang air di kali....... 

 

 

 


Blog EntryMengukur Sebuah CintaAug 28, '07 11:34 PM
for everyone

Bismillah...

Di dlm Kitab Hayatus Shahabah, halaman 524-525 diriwayatkan kisah berikut:

Menjelang Perang Uhud, Abdullah bin Jahsy mengajak sahabatnya, Sa’d bin Abi Waqqash utk berdoa. Ajakan itu dipersetujui oleh Sa’d. Keduanya mulai berdoa. Sa’d berdoa terlebih dahulu:

“Tuhanku, jika nanti aku berjumpa dgn musuhku, berilah aku musuh yg sgt perkasa. Aku berusaha membunuh dia dan dia pun berusaha membunuhku. Engkau berikan kemenangan kpdku sehingga aku berhasil membunuhnya dan kemudian mengambil miliknya (sebagai rampasan perang).”

Abdullah mengaminkannya. Tiba giliran Abdullah berdoa:

“Tuhanku, berilah aku musuh yg gagah perkasa. Aku berusaha membunuhnya, dan ia berusaha membunuhku. Kemudian ia memotong hidung dan telingaku. Kalau nanti aku bertemu denganMu, Engkau akan bertanya: ‘Man jada’a anfaka wa udzunaka?’ (Siapa yang telah memotong hidung dan telingamu?). Aku akan menjawab bhw keduanya terpotong ketika aku berjuang di jlnMu dan jln Rasulullah (fika wa fi rasulika). Dan Engkau, ya Allah akan berkata: ‘Kamu benar!’ (shadaqta).”

Sa’d mengaminkan doa Abdullah tersebut. Keduanya berangkat ke medan Uhud dan doa keduanya dimaqbulkan Allah.

Sa’d bercerita kpd anaknya, “Duhai anakku, doa Abdullah lbh baik drp doaku. Di senja hari aku lihat hidung dan telinganya tergantung pd seutas tali.”

Kisah ini tlh melukiskan sebuah cara utk mengukur cinta kita pd Allah. Sementara ramai yg berdoa agar mendapat ini dan itu, seorang pencinta sejati akan berdoa agar dpt bertemu dgn Kekasihnya sambil membawa sesuatu yg bisa dibanggakan.

Ketika di Padang Mahsyar nanti Allah bertanya kpd anda: “Dr mana kau peroleh hartamu di dunia?” Anda akan menjawab, “Harta itu ku peroleh dgn kolusi dan korupsi, dgn memalsu kuitansi, dgn mendapat cipratan komisi.”

Allah bertanya lagi, “Apa saja yg tlh engkau lakukan di dunia?”

“Ku hiasi hidupku dgn dosa dan nista, tak henti-hentinya ku cintai indah dan gemerlapnya dunia hingga aku dipanggil menghadapMu.” Allah dgn murka akan menjawab, “Kamu benar!”

Bandingkan dgn seorang hamba lain yg ketika di Padang Mahsyar berkata kpd Allah:

“Tlh ku tahan lapar dan dahaga di dunia, tlh ku basahi bibirku dgn zikir, dan tlh ku curahkan waktu dan tenagaku utk keagungan namaMu, tlh ku hiasi mlm ku dgn ayat suciMu dan tlh ku letakkan dahiku di sejadah utk bersujud pd kebesaranMu.”

Dan Allah akan menjawab, “Kamu benar!”

Duhai.. adakah kebahagian yg lbh dr itu; ketika seorang hamba menceritakan amalnya dan Allah akan membenarkannya.

Mahukah kita pulang nanti ke kampung akhirat dgn membawa amal yg bisa kita banggakan? Mahukah kita temui Kekasih kita sambil membawa amalan yg akan menyenangkanNya?

 

"Ya Allah,Kau genggamlah hati ini agar cintaku ini tidak terpalit dengan dosa dan noda..Ameen.. "


Blog EntryBaca jika anda ada masa untuk ALLAH.Aug 26, '07 9:50 PM
for everyone

Bismillah..

Bacalah sehingga habis.

Saya hampir membuang email ini namun saya telah diberi keberkatan untuk membaca terus hingga ke penghujung.

ALLAH , bila saya membaca e-mail ini, saya fikir saya tidak ada masa untuk ini.... Lebih lebih lagi diwaktu kerja.

Kemudian saya tersedar bahawa pemikiran semacam inilah yang .... Sebenarnya, menimbulkan pelbagai masaalah di dunia ini.

Kita cuba menyimpan  ALLAH didalam  MASJID pada hari Jumaat......
Mungkin malam JUMAAT?
Dan sewaktu solat MAGRIB SAJA?
Kita suka ALLAH pada masa kita sakit....
Dan sudah pasti waktu ada kematian...
Walau bagaimanapun kita tidak ada masa atau ruang untuk ALLAH waktu bekerja atau bermain?
Kerana... Kita merasakan diwaktu itu kita mampu dan sewajarnya mengurus sendiri tanpa bergantung padaNYA.
Semoga  ALLAH mengampuni aku kerana menyangka......
Bahawa  nun di sana masih ada tempat dan waktu dimana ALLAH bukan lah yang paling utama dalam hidup ku. (nauzubillah)

Kita sepatutnya senantiasa mengenang akan segala yang telah DIA berikan kepada kita.

DIA telah memberikan segala-galanya kepada kita sebelum kita meminta. RENUNGKANLAH

Sebarkan lah seandaianya ANDA BENAR-BENAR MENGHAYATI!!!

Ya aku CINTA ALLAH

Dia adalah sumber kewujudanku dan Penyelamatku

IA lah yang mengerakkan ku setiap detik dan hari. TanpaNYA aku adalah  HAMPAS yang tak berguna.

Ini adalah ujian yang mudah.

Kalau anda benar meyintai ALLAH dan tidak berasa malu akan segala kebaikan yang telah diberi ALLAH kepada mu...

Kirimkan kepada 10 orang dan kepada pengirim anda.

Sekarang!!! Anda ada masa kah untuk berbuat demikian?

Pastikan anda scroll hingga ke penghabisan.

Susah vs. Senang

Kenapa susah sangat nak sampaikan kebenaran?
Kenapa mengantuk dalam  MASJID tetapi sebaik saja selesai ceramah kita segar kembali?

Kenapa mudah sekali membuang e-mail agama tetapi kita bangga mem "forward" kanemail yang tak senonoh?

Hadiah yang paling istemewa yang pernah kita terima.

Solat adalah yang terbaik....

Tidak perlu bayaran , tetapi ganjaran lumayan.

Notes: Tidak kah melucukan  betapa mudahnya bagi manusia  TIDAK Beriman PADA ALLAH setelah itu hairan kenapakah dunia ini menjadi neraka bagi mereka.

Tidakkah melucukan bila  seseorang berkata "AKU BERIMAN PADA ALLAH" TETAPI SENTIASA MENGIKUT SYAITAN. (who, by the way, also "believes" in ALLAH).

Tidakkah melucukan  bagaimana anda mampu hantar ribuan email lawak yang akhirnya tersebar bagai api yang tidak terkawal., tetapi bila anda hantar email mengenai  ISLAM, ramai orang fikir 10 kali untuk berkongsi?

Tidakkah melucukan bagaimana bila anda mula menghantar mesej ini anda tidak akan menghantar kepada semua rakan anda kerana memikirkan apa tanggapan mereka terhadap anda atau anda tak pasti samaada mereka suka atau tidak?.

Tidakkah melucukan bagaimana anda merasa  risau akan tanggapan orang kepada saya  lebih dari tanggapan ALLAH terhadap anda.

Aku berDOA, untuk semua yang menghantar mesej ini kepada semua rakan  mereka di rahmati ALLAH.

"Ya Allah,Kau genggamlah hati ini agar cintaku ini tidak terpalit dengan dosa dan noda...Ameen"

And send it back to the person who sent it, to let them know that indeed it was sent out to many more.


Blog EntryRabiatul Adawiyah - Perindu Cinta IlahiAug 8, '07 12:06 AM
for everyone

Bismillah...



Rabi’ah binti Ismail al-Adawiyah tergolong wanita sufi yang terkenal dalam sejarah Islam. Dia dilahirkan sekitar awal kurun kedua Hijrah berhampiran kota Basrah di Iraq. Dia lahir dalam sebuah keluarga yang miskin dari segi kebendaan namun kaya dengan peribadatan kepada Allah. Ayahnya pula hanya bekerja mengangkut penumpang menyeberangi Sungai Dijlah dengan menggunakan sampan.

Pada akhir kurun pertama Hijrah, keadaan hidup masyarakat Islam dalam pemerintahan Bani Umaiyah yang sebelumnya terkenal dengan ketaqwaan telah mulai berubah. Pergaulan semakin bebas dan orang ramai berlumba-lumba mencari kekayaan. Justeru itu kejahatan dan maksiat tersebar luas. Pekerjaan menyanyi, menari dan berhibur semakin diagung-agungkan. Maka ketajaman iman mulai tumpul dan zaman hidup wara’ serta zuhud hampir lenyap sama sekali.
Namun begitu, Allah telah memelihara sebilangan kaum Muslimin agar tidak terjerumus ke dalam fitnah tersebut. Pada masa itulah muncul satu gerakan baru yang dinamakan Tasawuf Islami yang dipimpin oleh Hasan al-Bashri. Pengikutnya terdiri daripada lelaki dan wanita. Mereka menghabiskan masa dan tenaga untuk mendidik jiwa dan rohani mengatasi segala tuntutan hawa nafu demi mendekatkan diri kepada Allah sebagai hamba yang benar-benar taat.
Bapa Rabi’ah merupakan hamba yang sangat bertaqwa, tersingkir daripada kemewahan dunia dan tidak pernah letih bersyukur kepada Allah. Dia mendidik anak perempuannya menjadi muslimah yang berjiwa bersih. Pendidikan yang diberikannya bersumberkan al-Quran semata-mata. Natijahnya Rabi’ah sendiri begitu gemar membaca dan menghayati isi al-Quran sehigga berjaya menghafal kandungan al-Quran. Sejak kecil lagi Rabi’ah sememangnya berjiwa halus, mempunyai keyakinan yang tinggi serta keimanan yang mendalam.
Menjelang kedewasaannya, kehidupannya menjadi serba sempit. Keadaan itu semakin buruk setelah beliau ditinggalkan ayah dan ibunya. Rabi’ah juga tidak terkecuali daripada ujian yang bertujuan membuktikan keteguhan iman. Ada riwayat yang mengatakan beliau telah terjebak dalam kancah maksiat. Namun dengan limpah hidayah Allah, dengan asas keimanan yang belum padam di hatinya, dia dipermudahkan oleh Allah untuk kembali bertaubat. Babak-babak taubat inilah yang mungkin dapat menyedar serta mendorong hati kita merasai cara yang sepatutnya seorang hamba brgantung harap kepada belas ihsan Tuhannya.
Marilah kita teliti ucapan Rabi’ah sewaktu kesunyian di ketenangan malam ketika bermunajat kepada Allah:
“Ya Allah, ya Tuhanku. Aku berlindung diri kepada Engkau daripada segala yang ada yang boleh memesongkan diri daripada-Mu, daripada segala pendinding yang boleh mendinding antara aku dengan Engkau!
“Tuhanku! bintang-bintang telah menjelma indah, mata telah tidur nyenyak, semua pemilik telah menutup pintunya dan inilah dudukku di hadapan-Mu.
“Tuhanku! Tiada kudengar suara binatang yang mengaum, tiada desiran pohon yang bergeser, tiada desiran air yang mengalir, tiada siulan burung yang menyanyi, tiada nikmatnya teduhan yang melindungi, tiada tiupan angin yang nyaman, tiada dentuman guruh yang menakutkan melainkan aku dapati semua itu menjadi bukti keEsaan-Mu dan menunjukkan tiada sesuatu yang menyamai-Mu.
“Sekelian manusia telah tidur dan semua orang telah lalai dengan asyik maksyuknya. Yang tinggal hanya Rabi’ah yang banyak kesalahan di hadapan-Mu. Maka moga-moga Engkau berikan suatu pandangan kepadanya yang akan menahannya daripada tidur supaya dia dapat berkhidmat kepada-Mu.”
Rabi’ah juga pernah meraung memohon belas ihsan Allah SWT:
“Tuhanku! Engkau akan mendekatkan orang yang dekat di dalam kesunyian kepada keagungan-Mu. Semua ikan di laut bertasbih di dalam lautan yang mendalam dan kerana kebesaran kesucian-Mu, ombak di laut bertepukan. Engkaulah Tuhan yang sujud kepada-Nya malam yang gelap, siang yang terang, falak yang bulat, bulan yang menerangi, bintang yang berkerdipan dan setiap sesuatu di sisi-Mu dengan takdir sebab Engkaulah Tuhan Yang Maha Tinggi lagi Maha Perkasa.”
Setiap malam begitulah keadaan Rabi’ah. Apabila fajar menyinsing, Rabi’ah terus juga bermunajat dengan ungkapan seperti:
“Wahai Tuhanku! Malam yang akan pergi dan siang pula akan mengganti. Wahai malangnya diri! Apakah Engkau akan menerima malamku ini supaya aku berasa bahagia ataupun Engkau akan menolaknya maka aku diberikan takziah? Demi kemuliaan-Mu, jadikanlah caraku ini kekal selama Engkau menghidupkan aku dan bantulah aku di atasnya. Demi kemuliaan-Mu, jika Engkau menghalauku daripada pintu-Mu itu, nescaya aku akan tetap tidak bergerak juga dari situ disebabkan hatiku sangat cinta kepada-Mu.”

-


Blog EntryHabit 4:Think win-win.......Aug 7, '07 1:54 AM
for everyone

Bismillah...

Saya tidak akan menang kecuali ada yang kalah”, kata Ahmad.

“Betul, jika ia sebuah pertandingan. Tetapi hakikat kehidupan kita bukan suatu pertandingan. Ia adalah suatu realiti yang kita boleh menang bersama”, jawab Syarif.

“Betulkah begitu? Bukankah sudah sekian lama kita hidup dalam dunia pertandingan? Sejak Darjah 1 lagi. Kalau tak dapat nombor 1 hingga 30, tentu sahaja masuk ke kelas 2 Bakti dan bukan lagi 2 Aman. Silap-silap tercampak ke 2 Erat”, sambung Ahmad pula.

“Ya, sebab itulah susah untuk Think Win-Win kerana kita hidup dan membesar di dalam dunia Win-Lose atau jika dua Win-Lose gagal beralah, ramai pula yang